BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Salah
satu yang berperan dalam mewujudkan kesehatan reproduksi adalah status gizi.
Asupan zat yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan dimana akan membatu mencapai
pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Ketidaksinambungan antara asupan
kebutuhan atau kecukupan akan menimbulkan masalah gizi baik itu berupa masalah
gizi lebih maupun gizi kurang. Masalah gizi yang terjadi khusus nya pada
remaja akan berdampak negatif pada
tingkat kesehatan, misalnya penurunan konsentrasi belajar, resiko melahirkan
bayi dengan BBLR, serta penurunan kesehatan jasmani (Sulistyoningsih, 2011).
Selain
itu pada masa ini juga terdapat puncak pertumbuhan masa tulang atau Peak Bone Mass (PDM) yang menyebabkan
kebutuhan gizi pada masa ini sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari fase
kehidupan lainnya. Pertumbuhan masa tulang sangat ditentukan oleh asupan
kalsium terutama saat remaja. Apabila asupan kalsium yang dikonsumsi pada masa
ini kurang dan berlangsung dalam waktu lama, maka pembentukan masa tulang tidak
akan terjadi secara optimal (Fikawati dan Syafik, 2011 ; Sayogo, 2006).
Kalsium
merupakan mineral dengan jumlah terbesar yang terdapat dalam tubuh. Kebutuhan
kalsium pada masa remaja sangat tinggi oleh karena masa pembentukan tulang
terbesar terjadi pada masa ini. Karena kebutuhan yang sangat tinggi, efesiensi
penyerapan dan deposit kalsium meningkat hingga dua kali lebih besar dari
masa-masa sebelum ataupun sesudahnya. Dengan demikian, supplay kalsium yang
adekuat dari makanan menjadi sangat penting untuk memaksimalkan PBM dan menjaga
keseimbangan kalsium tubuh yang optimal (Fikawati dan Syafik,2011).
Hasil
survei National Health and Nutrition
Exsamination Survey (NHANES) di Amerika Serikat memperlihatkan bahwa
rata-rata asupan kalsium remaja usia 12-15 tahun menurun dari 854 mg/hr pada
tahun 1976-1980 menjadi 796 mg/hr pada tahun 1988-1991. Data lainnya dari USDA
( Nationwide Food Comsumption Survey
) di 48 negara di bagian AS tahun 1977-1978 menunjukan bahwa rata-rata asupan
kalsium pada remaja awal (10-15 tahun ) bekisar antara 70-79% recommended dietary allowanc (RDA) dan
kemudian menurun menjadi kurang dari 70% RDA pada usia 15-18 tahun.
Di
indonesia, penelitian terhadap murid sekolah Menengah Umum Negeri (SMUN) di
Bogor menunjukan bahwa asupan kalsium berasal dari susu dan hasil olahannya
ditambah suplemen kalsium pada remaja masih kurang dari angka kecukupan gizi
yang dianjurkan, yaitu hanya sebesar 526,9 mg/hr atau 52,7% AKG. Sementara itu,
penelitian di Bandung menyebutkan rata-rata asupan kalsium remaja (dengan
memperhitungkan asupan suplemen kalsium) masih kurang dari angka kecukupan gizi
yang dianjurkan yaitu hanya 55,9% AKG atau sebesar 559,05 mg/hr (pada
lakai-laki sebesar 593,52 mg/hr dan perempuan sebesar 524,58 mg/hr) (Fikawati,
dkk, 2011).
Bila
tidak memperhitungkan suplemen kalsium maka rata-rata asupannya lebih rendah
lagi yaitu hanya 51,7% atau 517,23 mg/hr (pada laki-laki sebesar 548,81 mg/hr
dan para perempuan 488,65 mg/hr) (Fikawati, dkk, 2005an).
Kalium
merupakan elektrolit yang banyak terdapat dalam tubuh manusia maupun hewan, dan
dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga keseimbangan asam dan basa. Kalium
merupakan unsur organik penting dalam menghantar implus saraf serta pembebasan
tenaga dari Protein, lemak, dan Karbohidrat pada metabolisme. Kalium bergerak
didalam tubuh secara difusi, absobsi, san sekresi, kalium masuk kedalam tubuh
melalui saluran usus besar dengan cara difusi melalui dinding kapiler
berdasarkan perbedaan konsentrasi yang besar dan metabolisme yang aktif,
kemudian dibuang melalui urine dengan cara sekresi dan sebagian kecil dibuang
melalui feses (Robert,1998).
Kalium
juga berperan penting dalam penyampaian implus-implus saraf ke serat-serat otot
dalam kemampuan otot untuk berkontraksi (Hakim,1998). Tubuh manusia mengandung
2,6 mg Kalium/kg berat badan bebas lemak. Kalium banyak dijumpai dalam cairan
ekstra seluler dan mempunyai kemampuan menerobos membran sel lebih besar
dibanding Natrium, kadar Kalium dalam serum adalah 14-22 mg/100ml (Suharjo dan
clara, 1992).
1.2
Rumusan
masalah
1.2.1 Apakah pengertian dari Kalsium dan
Kalium ?
1.2.2 Mendeskripsikan sumber kalsium dan
kalium?
1.2.3 Bagaimana dampak kelebihan dan
kekurangan kalsium dan kalium?
1.2.4 Berapakah angka kecukupan gizi
kalsium dan kalium dalam tubuh?
1.2.5 Mengetahui peran metabolisme kalsium
dan kalium didalam tubuh?
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Definisi Kalsium dan Kalium
2.1.1
Definisi Kalsium
Kalsium
adalah mineral yang berada dalam tubuh ± 2% dan lebih dari 99% terdapat didalam
tulang. Kadar kalsium darah dipertahankan agak konstan antara 10-15 mg/ 100 ml
oleh berbagai faktor. Penurunan kadar kalsium akan mengundang hormon para
tiroid untuk bereaksi pada tulang dan melepaskan sebagian kalsiumnya agar kadar
dalam darah dipertahankan atau sebaliknya (Supariasa, dkk, 2001).
Fungsi Kalsium
Kalsium
mempunyai peran yang penting dalam tubuh, yaitu dalam pembentukan tulang dan
gigi, dalam pengaturan fungsi sel pada cairan ekstraseluler dan intraseluler,
sepertiuntuk transmisi saraf, kontraksi otot, penggumpalan darah dan menjaga
permeabilitas membran sel. Selain itu, kalsium juga mengatur pekerjaan
hormon-hormon dan faktor pertumbuhan (Krummel, 1996; Almatsiar, 2002;
Wahlqvist, 1997; Winarno, 1997).
2.1.2
Definisi Kalium
Kalium
merupakan ion bermuatan positif, terutama terdapat dalam sel. Sebanyak 95%
kalium tubuh berada didalam cairan intraseluler. (Sunita Almatsier, 2003).
Fungsi Kalium
Kalium
mempunyai fungsi yang penting:
1. Dalam
mempertahankan keseimbangan air
2. Dalam
mempertahankan osmose
3. Dalam
mempertahankan keseimbangan asam basa
4. Dalam
mekanisme “sodium pump”
2.2 SumberKalsium dan Kalium
2.2.1 Sumber Kalsium
Sumber
kalsium adalah susu dan hasil susu, seperti keju. Disamping itu ikan yang
dimakan dengan tulang, termasuk ikan kering sumber kalsium yang baik. Serelia,
kacang kacangan, tahu, tempe dan sayuran hijau, merupakan sumber kalsium yang
baik juga, tetapi bahan makanan ini mengandung banyak zat yang mengandung
penyerapan kalsium seperti serat, fittat dan oksalat. Kandungan kalsium
beberapa bahan makanan dapat dilihat pada tabel 2.2
Tabel
2.2
Nilai
Kalsium Berbagai Bahan Makanan (Mg/100 gram)
|
No
|
Bahan Makanan
|
Mg
|
Bahan makanan
|
Mg
|
|
1
|
Tepung susu
|
904
|
Tahu
|
124
|
|
2
|
Keju
|
777
|
Kacang merah
|
80
|
|
3
|
Susu sapi segar
|
143
|
Kacang tanah
|
58
|
|
4
|
Yogurt
|
120
|
Oncom
|
96
|
|
5
|
Udang Kering
|
1209
|
Tepung kacang
kedelai
|
195
|
|
6
|
Sardines(Kaleng)
|
354
|
Bayam
|
265
|
|
7
|
Teri kerig
|
1200
|
Sawi
|
220
|
|
8
|
Telur bebek
|
56
|
Daun melinjau
|
219
|
|
9
|
Telur ayam
|
54
|
Katuk
|
204
|
|
10
|
Ayam
|
14
|
Selada air
|
182
|
|
11
|
Daging sapi
|
11
|
Daun singkong
|
165
|
|
12
|
Susu kental
manis
|
275
|
Ketela pohon
|
33
|
|
13
|
Kacang kedelai,
kering
|
227
|
Kentang
|
11
|
|
14
|
Tempe kacang
kedelai murni
|
129
|
Jagung kuning,
pipil
|
10
|
2.2.2 Sumber Kalium
Seperti
halnya natrium kalium merupakan ion bermuatan positif, akan tetapi berbeda
dengan natrium, kalium terutama terdapat didalam sel. Perbandingan natrium dan
kalium didalam cairan intraselular adalah 1:10, sedangkan didalam cairan
ekstraselular 28:1 sebanyak 95% kalium tubuh berada didalam cairan
intraselular.
Sumber
kalium
|
Bahan Makanan
|
Mg
|
Bahan Makanan
|
mg
|
|
Beras
giling
|
241
|
Pepaya
|
221
|
|
Singkong
|
394
|
Mangga
|
214
|
|
Kentang
|
396
|
Durian
|
601
|
|
Kacang
tanah
|
421
|
Anggur
|
111
|
|
Kacang
merah
|
1151
|
Jeruk
manis
|
162
|
|
Kacang
hijau
|
1132
|
Nenas
|
125
|
|
Kacang
kedelai
|
1504
|
Semangka
|
102
|
|
Jambu
monyet, biji
|
420
|
Selada
|
254
|
|
Kelapa
|
555
|
Bayam
|
261
|
|
Alpokat
|
278
|
Tomat
|
235
|
|
Pisang
|
435
|
wortel
|
245
|
Kalium
terdapat didalam semua makanan berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan sumber
utama adalah makanan mentah atau segar, terutama buah, sayuran, dan
kacang-kacangan lihat tabel dibawah ini
2.3
Angka Kecukupan Gizi (AKG)
2.3.1
Angka kecukupan gizi kalsium
Di
Indonesia, hasil widya karya pangan dan gizi tahun 2004 menetapkan angka
kecukupan gizi untuk kebutuhan kalsium bagi remaja usia 13-19 tahun sebesar
1.000 mg/hr (kartono dan Soekarti, 2004) masih cukup jauh berbeda dengan angka
kecukupan gizi negara-negara maju. Mengenai AKG Indonesia, beberapa hal perlu
diberi catatan khusus. Jika mengaju pada WNPG VI tahun 1998 (LYPI,1998), AKG
Indonesia untuk anjuran kalsium remaja rendah sekali (600-700 mg/hr)
dibandingkan AKG negara lain (yang bekisar antara 1.000-1.200 mg/hr). Bahkan di
Amerika Serikat, telah dilakukan kenaikan AKG (atau RDA di Amerika Serikat)
kalsium khususnya dengan memperhatikan kaitan antara konsumsi kalsium saat
remaja dengan resiko fraktur osteoporotik dikemudian hari (Garraw, James,
Ralph, 2000; Kalkwarf, Khoury, lampearh, 2003).
Penyusunan
AKG kalsium di Indonesia pada WNPG 1998, yang menetapkan kecukupan kalsium yang
rendah, didasari atas pertimbangan akan rendahnya konsumsi protein di
Indonesia. Argumen ini sebenarnya kurang sesuai karena meskipun pada
kenyataannya konsumsi protein indonesia rendah, tetapi batasan kecukupan
proteinnya tidak turun. Juga harus dipertimbangkan kebutuhan kalsium untuk hari
tua, yaitu pengurangan resiko kanker tulang akibat osteoporosis. Memang periode
laten akibat defesiensi kalsium adalah pannjang dan ini seakan menutupi
kebutuhan konsumsi kalsium yang lebih tinggi, khususnya jika ada bias
difisiensi pendek dan paradikma suatu penyakit akibat defisiensi suatu zat gizi
(Heaney, 2003).
Baik
dinegara baju maupun dinegara berkembang asupan kalsium pada remaja umumnya
masih sangat kurang. Hasil survei NHANES di Amerika Serikat (AS) memperlihatkan
bahwa rata-rata asupan kalsium remaja usia 12-15 tahun menurun dari 854 mg/hr
pada tahun 1976-1980 menjadi 796 mg/hr pada tahun 1988-1991
(worthington-Robert, 2000). Data lainnya dari USDA di 48 negara bagian AS tahun
1977-1978 menunjukkan bahwa rata-rata asupan kalsium pada remaja awal (10-15
tahun) bekisar anatara 70-79% RDA dan kemudian menurun menjadikurang dari 70
RDA pada usia 15-18 tahun (Mc Williams, 1993).
2.3.2
Angka kecukupan gizi kalium
Peran
mineral kalium dalam produksi hormon pertumbuhan harus lebih diperhatikan.
Komposisi berbagai makanan yang ada pada saat ini baik fast food maupun junk
food sudah sangat meresahkan berbagai makan kudapan (senack) hasil industri
siap saji (kemasa) pabrik selalu didominasi dengan kandungan tinggi garam
(natrium) , tinggi lemak, tinggi gula, kaya bumbu penyedap, kaya serat dan
hampir selalu ditambah bahan pengawet. Keadaan tersebut menyebabkan
perbandingan (rasio) asupan natrium (garam) dengan kalium menjadi sangat besar.
Menurut
angka kecukupan kalium 2000mg. Sumber kalium sangat mudah diperoleh hampir
semua makanan nabati sumber kalium yang baik seperti kacang-kacangan, sayuran
dan buah. Sebenarnya jika mengacu pada angka kecukupan gizi kemungkinan kecil
kita tidak mampu mencukupi kebutuhan. Kalium sebagai contoh 100g kacang
kedelai, 1 mangkok sayur bayam telah mengandung kurang lebih mengandung 2000mg
kalium artinya kebutuhan sehari sesuai AKG sudah dipenuhi.
2.4
Akibat kekurangan Kalsium dan Kalium
2.4.1
Akibat kekurangan kalsium
Kekurangan kalsium
pada masa pertumbuhan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan tulang kurang
kuat, mudah bengkok dan rapuh. Semua orang dewasa, terutama sesudah usia
50tahun. Kehilangan kalsium dari tulangnya. Tulang menjadi rapuh dan mudah
patah. Hal ini dinamakan osteoporosis yang dapat dipercepat oleh keadaan stres
sehari-hari. Osteoporosis lebih banyak terjadi pada wanita dari pada laki-laki
dan lebih banyak pada orang kulit putih dari pada kulit berwarna. Di samping
itu osteoporosis lebih banyak terjadi pada perokok dan peminum alkohol.
Kekurangan
kalsium dapat pula menyebabkan osteomalasia, yang dinamakan juga riketsia pada
orang dewasa dan biasanya terjadi karen kekurangan vitamin D dan ketidak
seimbangan kalsium terhadap posfor. Mineralisasi matriks tulang terganggu,
sehingga kandungan kalsium didalam tulang menurun.
Kadar
kalsium darah yang sangat rendah dapat menyebabkan tetani atau kejang. Kepekaan
serabut saraf dan pusat saraf terhadap rangsangan meningkat,sehingga terjadi
kejang otot misalnya pada kaki. Tetani dapat terjadi pada ibu hamik yang
makannya terlalu sedikit mengandung kalsium atau terlalu tinggi mengandung posfor.
Tetani kadang terjadi pada bayi baru lahir yang diberi minuman susu sapi yang
tudak diencerkan yang mempunyai rasio kalsium : fosfor rendah. . (sunita
Almatsier, 2003)
2.4.2
Akibat kekurangan Kalium
Kekurangan kalium karena
makanan jarang terjadi, sepanjang seseorang cukup makan sayuran dan buah segar.
Kekurangan kalium dapat terjadi karena kebanyakan kehilangan melalui saluran
cerna atau ginjal. Kehilangan banyak melalui saluran cerna dapat terjadi karena
muntah-muntah, diare kronis atau kebanyakan menggunakan laksan(obat pencuci
perut). Kebanyakan kehilangan melalui ginjal adalah karena penggunaan obat-obat
diuretik terutama untuk pengobatan hipertensi. Dokter sering memberikan
suplemen kalium bersamaan dengan obat-obatan ini. Kekurangan kalium menyebabkan
lemah, lesu, kehilangan nafsu makan, kelumpuhan,mengigau dan konstipasi.
Jantung akan berdebar detaknya, dan menurunkan kemampuannya untuk memompa
darah.
2.5
Akibat Kelebihan Kalsium dan Kalium
2.5.1
Akibat Kelebihan Kalsium
Konsumsi kalsium hendaknya
tidak melebihi 2.500mg sehari. Kelebihan kalsium dapat menimbulkan batu ginjal
atau gangguan ginjal. Disamping itu, dapat menyebabkan konstipasi (susah buang
air besar). Kelebihan kalsium bisa terjadi bila menggunakan suplemen kalsium
berupa tablet atau bentuk lain. (sunita Almatsier, 2003).
2.5.2
Akibat Kelebihan Kalium
Kelebihan kalium akut
dapat terjadi bila konsumsi melalui saluran cerna(enteral) atau melalui saluran
cerna(parateral) melebihi 12,0 g/m2 permukaan tubuh sehari(18 g
untuk orang dewasa) tanpa diimbangi oleh kenaikan eksternal. Hiperkalemia akut
dapat menybabkan gagal jantung yang berakibat kematian. Kelebihan kalium juga
dapat terjadi bila ada gangguan fungsi ginjal.(sunita Almatsier, 2003)
2.6
Metabolisme Kalsium dam Kalium
2.6.1
Metabolisme Kalsium
Tubuh orang dewasa mengadung 1-2 kg
kalsium, 90% diantaranya terdapat dalam tulang. kadar kalsium plasma total
berkisar 8,8 – 10,4 mg/ dl, terdiri atas kalsium ion 40%-50%, kalsium yang
terikat pada protein terutama albumin 46% dan sisanya 8% kalisum dalam kompleks
organi yang terikat dengan anion yaitu bikarbonat, sitrat, fosfat, laktat, dan
sulfat. Kalsium ion harus di pertahankan dalam batas normal oleh hormon
paratiroid.
Kalsium
masuk ke plasma melalui absorbsi dari usus halus, tulang dan repsorbsi dari
ginjal. sebaliknya kalsium keluar dari plasma melalui saluran cerna (
100-200mg/hari), air seni ( 50-300mg/hari), disimpan kembali kedalam tulang
melalui keringat (100mg/hari).
Tulang adalah suatu jaringan tubuh yang
dinamik dan mengalami perubahan sepanjang kehidupan merupakan tempat
penyimpanan kalsium yang terbesar dan mineral lain seperti maknesium, fosfor,
natrium, dan ion.
Hormon dan
metabolisme Kalsium
Metabolisme
kalsium diatur oleh tiga hormon utama, yaitu dua hormon polipeptida. Dua Hormon
polipeptida yaitu paratiroid dan kalsitonia sedangkan satu hormon lagi adalah
hormon sterol yaitu 1,25 dihidrokoleklsiferol.
Hormon paratiroid
Kelenjar
menghasilkan hormone paratiroid dan merupakan hormon utama yang mengatur
metabolisme kalsium untuk mempertahankan kadar kalsium plasma dalam batas
normal. Pada keadaan hipokalsemi sekresi hormon paratiroid berlangsug tiga
tahap. Tahap dini berlangsung dalam beberapa menit, merupakan respon cepat dari
sel-sel paratiroid melepaskan hormone para tiroid yang sudah tersedia dalam
sel, dalam keadaan hipokalisume. Tahap kedua terjadi beberapa jam kemudian
merupakan aktivitas sel kelenjar paratiroid menghasilkan hormone paratiroid
lebih banyak. Tahap ketiga apabila hipokalsemi masih berlangsung maka dalam
beberapa hari akan terjadi replika sel untuk memperbanyak masa sel, kelenjer
para tiroid.
Hormon Paratiroid
dan Metabolisme kalsium
Pada
keadaan normal hormone paratiroid mempertahankan kadar kalisum plasma agar
tidak terjadi hipokal semi. Dalam metabolisme kalsium hormone paratiroid bekerja secara langsung dengan dua alat yaitu
tulang dan ginjal. Dan tidak langsung dengan usus halus melalui metabolisme
vitamin D.
Kalsium
merupakan mineral yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia. Kira-kira
99% kalsium terdapat didalam jaringan keras yaitu pada tulang dan gigi.
15terdapat pada darah, dan jaringan lunak. Tanpa kalsium yang 1% ini otot akan
mengalami kontraksi, darah akan sulit membeku, transmisi saraf terganggu, dan
sebagainya.
Kemampuan
absorpsi (penyerapan) lebih tinggi pada masa pertumbuhan dan menurun pada
proses menua. Absorbsi pada laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan pada
semua golongan usia. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi absorbsi kalsium,
diantaranya kelarutan kalsium didalam air dan jenis makanan yang dimakan
bersama dengan kalsium. Kalsium yang tidak akan diabsorbsi akan dikeluarkan
daei tubuh.
Faktor-
faktor yang meningkatkan absorbsi kalsium
1.
Tingkat kebutuhan
Peningkatan kebutuhan terjaddi pada pertumbuhan, masa
kehamilan, menyusui, defisiensi kalsium.
2.
Vitamin D
Vutamin D meningkatkan absorbsi kalsium dari saluran
cerna dan juga membantu mengontrol penyimpanan kalsium. Vitamin D meningkatkan
absorbsi kalsium dengan menunjang transport aktif kalsium melaluli epitel
kalium yang pemproduksi protein-pengikat kalsium.
3.
Asam klorida
Asam klorida yang dikeluarkan lambung membantu
absorbsi kalsium dengan cara menurunkan pH dibagian atas usus halus.
4.
Makanan yang
mengandung lemak
Lemakmeningkatkan waktu transit makanan melalui
saluran cerna, dengan demikian memberikan waktu lebih banyak untuk absorbsi
kalsium.
Sekitar 50% kalsium total dalam
plasma (5mEq/L) berada salam bentuk
terionisasi (bentuk yang memiliki aktivitas biologis pada membran sel). Sisanya
sekitar 40% terikat dengan protein plasma dan 10% lainnya dalam ikatan kompleks
dalam bentun non/ionisasi dengan anion/anion seperti pada posfat dan sitrat.
Konsentrasi ion kalsium pada CES normalnya
sekitar 2,4mEq/L. Bila konsentrasi ion kalsium turun melewati batas normal
(hipokalsemia), maka akan timbul rangsangan pada sel-sel saraf dan otot yang
meningkat dengan nyata dan pada beberapa keadan ekstrim dapat menyebabkan
tetani hipokalsemik yang ditandai dengan kekuatan otot. Sedngkan pada keadaan dimana
konsentrasi ion kalsium melebihinilai normalnya (hiperkalsemia), yang menekan
ambang rangsang pada neupromuskular yang berakibat aritmia jantung.
Perubahan konsentrasi iob hidrogen plasma
dapat mempengaruhi drajat ikatan kalsium terhadap protein plasma. Pada pasien
asidosis, lebih sedikit kalsium yang berkaitan dengan protein plasma. Sedangkan
pada pasien alkalosis, jumlah ion kalsium yang terikat dengan protein plasma
lebih besar.
Ion kalsium secara aktif diabsorbsi
kedalam darah terutama dari duo denum dan jumlah absorbsi ionkalsium dikontrol
sangat tepat untuk mremenuhi kebutuhan harian tubuh akan kalsium. Faktor
penting yang mengontrol absorbsi kalsium adalah PTH yang di sekresikan oleh
kelenjar paratiroid, dan vitamin D.
Nilai asupan kalsium dalam makanan
normalnya sekitar 1.000 mg/hr, dengan sekitar 900 mg/hr kalsium disekresikan
didalam feses. Dalam kondisi tertentu, eksresi kalsium difeses dapat melebihi
kalsium yang dicerna karna kalsium juga dapat disekresikan didalam lumen usus.
Oleh karena itu, traktus gastrointestinal dan mekanisme regulasi yang
mempengaruhi absorbsi dan sekresi kalsium intestinal berperan penting dalam
homeostatis kalium.
Hanya sekitar 50% kalsium plasma yang
terionisasi, dan sisanya terikat plasma atau dalam ikatan komplekes dengan
anion seperti fosfat. Majka hanya sekitar 50% kalsium inilah yang di filtrasi
oleh glomerulus.normalnya ada sekitar 99% kalsium yang difiltrasi akan
direabsorbsi oleh tubulus (65% direabsorbsi ditubulus proksimal, 25-30%
direabsorbsi diasahenle dan sekitar 4-9% ditubulus distal dan koligentes) dan
sisanya yang 1% disekresikan melalui urin.
Faktor yang mempengaruhi reabsorbsi
kalsium:
1.
Konesntrasi fosfat
plasma
Peningkatan
konsentrasi fosfat plasma akan merangsang peningkatan reabsorpsi kalsium oleh
ginjal. Dan begitu juga sebaliknya.
2.
Asidosis metabolik
dan alkalosis metabolik
Asidosis
metabolik merangsang terjadinya peningkatan reabsorpsi kalsium oleh ginjal,
sedangkan pada alkalosis metabolik terjadi penurunan reabsorpsi kalsium oleh
ginjal.
3.
Tekanan darah
Peningkatan
tekanan darah menimbulkan penurunan reabsorpsi kalsium oleh ginjal sedangkan
pada penurunan tekanan darah merangsang peningkatan reabsorpsi kalsium oleh
ginjal.
4.
Hormon paratiroid
Peningkatan
PTH merangsang peningkatan reabsorpsi kalsium oleh ginjal dan sebaliknya.
5.
Volume CES
Peningkatan
CES menimbulkan penuranan reabsorpsi kalsium oleh ginjal sedangkan penurunan
CES merangsang peningkatan reabsorpsi kalsium oleh ginjal.
2.6.2 Metabolisme Kalium
Sebagian besar kaium tubuh terdapat dalam
sel sebagai kation atau anion cairan intraseluler. Sisanya ada didalam cairan
ekstraseluler, tempat ia bekerja untuk mempertahankan keseimbangan cairan,
mempertahankan keseimbangan asam-basa, transmisi implus saraf, mengkatalisasi
reaksi metabolik, dan pada metabolisme karbohidrat dan sintesis protein dan
mengontrol kontraktilitas otot rangka.
Perkiraan kebutuhan minimum kalium untuk
orang dewasa sehat adalah 2000 mg/hari. Namun beberapa ahli menganjurkan asupan
3500 mg/hari karena peran protektif kalium terhadap hipertensi.
Kalium diabsorbsi dengan mudah dalam usus
halus. Kaium diekresi melalui urine, feses, keringat dan cairan lambung. Taraf
kalium normal dalam darah dipelihara oleh ginjal melalui kemampuannya
menyaring, mengabsorbsi kembali dan mengeluarkan kalium dibawah pengaruh
Aldosteron. Kalium dikeluarkan dalam bentuk ion dengan menggantikan ion Natrium
melalui mekanisme pertukaran didalam tubula ginjal.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kalsium
adalah mineral yang berada dalam tubuh ± 25 dan lebih dari 99% terdapat didalam
tulang. Kalsium mempunyai peran yang penting dalam tubuh, yaitu dalam
pembentukan tulang dan gigi, dalam pengaturan fungsi sel pada cairan
ekstraseluler dan intraseluler, seperti untuk transmisi saraf, kontraksi otot,
penggumpalan darah dan menjaga permeabilitas membran sel. Selain itu, kalsium
juga mengatur pekerjaan hormon-hormon dan faktor pertumbuhan. Sumber kalsium adalah susu dan hasil susu, seperti
keju. Disamping itu ikan yang dimakan dengan tulang, termasuk ikan kering
sumber kalsium yang baik. Serelia, kacang kacangan, tahu, tempe dan sayuran
hijau. Mengenai
AKG di Indonesia, beberapa hal perlu diberi catatan khusus. Jika mengaju pada
WNPG VI tahun 1998 (LYPI,1998), AKG Indonesia untuk anjuran kalsium remaja rendah
sekali (600-700 mg/hr) dibandingkan AKG negara lain (yang bekisar antara
1.000-1.200 mg/hr). Kekurangan kalsium dapat pula menyebabkan osteomalasia,
yang dinamakan juga riketsia pada orang dewasa dan biasanya terjadi karen
kekurangan vitamin D dan ketidak seimbangan kalsium terhadap posfor. Kekurangan kalsium pada masa pertumbuhan
dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan tulang kurang kuat, mudah bengkok dan
rapuh.
Kalium
merupakan ion bermuatan positif, terutama terdapat dalam sel. Sebanyak 95%
kalium tubuh berada didalam cairan intraseluler. Kalium terdapat didalam semua
makanan berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan sumber utama adalah makanan
mentah atau segar, terutama buah, sayuran, dan kacang-kacangan. Kekurangan
kalium menyebabkan lemah, lesu, kehilangan nafsu makan, kelumpuhan,mengigau dan
konstipasi. Jantung akan berdebar detaknya, dan menurunkan kemampuannya untuk
memompa darah. Kelebihan kalium akut dapat menybabkan gagal jantung yang
berakibat kematian
3.2 Saran
3.2.1
Bagi seluruh mahasiswa dan
mahasiswi untuk terus menambah wawasan pengetahuan mengenai kalium dan kalsium.
3.2.2 Sebagai
manusia, kita perlu menjaga keseimbangan asupan nutrisi dan selalu menjaga
kesehat dengan mengeimbangkan asupan gizi yang kita cerna.
3.2.3 Kalsium
dan kalium walupun sedikit asupannya bagi tubuh tetapi perlu terus dijaga agar
tubuh tidak mengalami defesiensi kalsium dan kalium.
3.2.4 Semoga dangan adanya makalah ini baik penyusun
maupun pembaca dapay memahami akan pentingnya kalsium dan kalium dalam
kehidupan sehari-hari
DAFTAR
PUSTAKA
Almatsir, Sunita.
2009. Prinsip dasar ilmu gizi.
Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Jauhari,
Ahmad. 2013. Dasar-dasar ilmu gizi.
Yogyakarta: Jaya Ilmu.
Paath, Erna
Francin dkk. 2004. Gizi dalam kesehatan
reproduksi. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Amelia, Wetty. 2013. Hubungan Pengetahuan
Dan Sikap Remaja Putri Tentang Kalsium Dengan Asupan Kalsium Di sekolah
Menengah Pertama PGRI Pekanbaru (skripsi)
Pekanbaru: Program Studi Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Hang Tuah Pekanbaru.
FKM UI. 2011. Gizi dan kesehatan masyarakat. Yogyakarta: Departemen gizi dan
kesehatan masyarakat.
Guyton,A.C dan Hall, J.E.2006. Buku ajar fisiologi kedokteran edisi 11.
Philadelphia: Elseveir-sauders: 389-391.
FKUI. 2006. Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid II. Edisi IV. Jakarta: 1096-1105
Tidak ada komentar:
Posting Komentar