Sabtu, 15 Agustus 2015

Ilmu gizi "kalium dan kalsium"



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang
Salah satu yang berperan dalam mewujudkan kesehatan reproduksi adalah status gizi. Asupan zat yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan dimana akan membatu mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Ketidaksinambungan antara asupan kebutuhan atau kecukupan akan menimbulkan masalah gizi baik itu berupa masalah gizi lebih maupun gizi kurang. Masalah gizi yang terjadi khusus nya pada remaja  akan berdampak negatif pada tingkat kesehatan, misalnya penurunan konsentrasi belajar, resiko melahirkan bayi dengan BBLR, serta penurunan kesehatan jasmani (Sulistyoningsih, 2011).
Selain itu pada masa ini juga terdapat puncak pertumbuhan masa tulang atau Peak Bone Mass (PDM) yang menyebabkan kebutuhan gizi pada masa ini sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari fase kehidupan lainnya. Pertumbuhan masa tulang sangat ditentukan oleh asupan kalsium terutama saat remaja. Apabila asupan kalsium yang dikonsumsi pada masa ini kurang dan berlangsung dalam waktu lama, maka pembentukan masa tulang tidak akan terjadi secara optimal (Fikawati dan Syafik, 2011 ; Sayogo, 2006).
Kalsium merupakan mineral dengan jumlah terbesar yang terdapat dalam tubuh. Kebutuhan kalsium pada masa remaja sangat tinggi oleh karena masa pembentukan tulang terbesar terjadi pada masa ini. Karena kebutuhan yang sangat tinggi, efesiensi penyerapan dan deposit kalsium meningkat hingga dua kali lebih besar dari masa-masa sebelum ataupun sesudahnya. Dengan demikian, supplay kalsium yang adekuat dari makanan menjadi sangat penting untuk memaksimalkan PBM dan menjaga keseimbangan kalsium tubuh yang optimal (Fikawati dan Syafik,2011).
Hasil survei National Health and Nutrition Exsamination Survey (NHANES) di Amerika Serikat memperlihatkan bahwa rata-rata asupan kalsium remaja usia 12-15 tahun menurun dari 854 mg/hr pada tahun 1976-1980 menjadi 796 mg/hr pada tahun 1988-1991. Data lainnya dari USDA ( Nationwide Food Comsumption Survey ) di 48 negara di bagian AS tahun 1977-1978 menunjukan bahwa rata-rata asupan kalsium pada remaja awal (10-15 tahun ) bekisar antara 70-79% recommended dietary allowanc (RDA) dan kemudian menurun menjadi kurang dari 70% RDA pada usia 15-18 tahun.
Di indonesia, penelitian terhadap murid sekolah Menengah Umum Negeri (SMUN) di Bogor menunjukan bahwa asupan kalsium berasal dari susu dan hasil olahannya ditambah suplemen kalsium pada remaja masih kurang dari angka kecukupan gizi yang dianjurkan, yaitu hanya sebesar 526,9 mg/hr atau 52,7% AKG. Sementara itu, penelitian di Bandung menyebutkan rata-rata asupan kalsium remaja (dengan memperhitungkan asupan suplemen kalsium) masih kurang dari angka kecukupan gizi yang dianjurkan yaitu hanya 55,9% AKG atau sebesar 559,05 mg/hr (pada lakai-laki sebesar 593,52 mg/hr dan perempuan sebesar 524,58 mg/hr) (Fikawati, dkk, 2011).
Bila tidak memperhitungkan suplemen kalsium maka rata-rata asupannya lebih rendah lagi yaitu hanya 51,7% atau 517,23 mg/hr (pada laki-laki sebesar 548,81 mg/hr dan para perempuan 488,65 mg/hr) (Fikawati, dkk, 2005an).
Kalium merupakan elektrolit yang banyak terdapat dalam tubuh manusia maupun hewan, dan dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga keseimbangan asam dan basa. Kalium merupakan unsur organik penting dalam menghantar implus saraf serta pembebasan tenaga dari Protein, lemak, dan Karbohidrat pada metabolisme. Kalium bergerak didalam tubuh secara difusi, absobsi, san sekresi, kalium masuk kedalam tubuh melalui saluran usus besar dengan cara difusi melalui dinding kapiler berdasarkan perbedaan konsentrasi yang besar dan metabolisme yang aktif, kemudian dibuang melalui urine dengan cara sekresi dan sebagian kecil dibuang melalui feses (Robert,1998).
Kalium juga berperan penting dalam penyampaian implus-implus saraf ke serat-serat otot dalam kemampuan otot untuk berkontraksi (Hakim,1998). Tubuh manusia mengandung 2,6 mg Kalium/kg berat badan bebas lemak. Kalium banyak dijumpai dalam cairan ekstra seluler dan mempunyai kemampuan menerobos membran sel lebih besar dibanding Natrium, kadar Kalium dalam serum adalah 14-22 mg/100ml (Suharjo dan clara, 1992).
1.2              Rumusan masalah
1.2.1 Apakah pengertian dari Kalsium dan Kalium ?
1.2.2 Mendeskripsikan sumber kalsium dan kalium?
1.2.3 Bagaimana dampak kelebihan dan kekurangan kalsium dan kalium?
1.2.4 Berapakah angka kecukupan gizi kalsium dan kalium dalam tubuh?
1.2.5 Mengetahui peran metabolisme kalsium dan kalium didalam tubuh?

























BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Kalsium dan Kalium
2.1.1 Definisi Kalsium
            Kalsium adalah mineral yang berada dalam tubuh ± 2% dan lebih dari 99% terdapat didalam tulang. Kadar kalsium darah dipertahankan agak konstan antara 10-15 mg/ 100 ml oleh berbagai faktor. Penurunan kadar kalsium akan mengundang hormon para tiroid untuk bereaksi pada tulang dan melepaskan sebagian kalsiumnya agar kadar dalam darah dipertahankan atau sebaliknya (Supariasa, dkk, 2001).

Fungsi Kalsium
            Kalsium mempunyai peran yang penting dalam tubuh, yaitu dalam pembentukan tulang dan gigi, dalam pengaturan fungsi sel pada cairan ekstraseluler dan intraseluler, sepertiuntuk transmisi saraf, kontraksi otot, penggumpalan darah dan menjaga permeabilitas membran sel. Selain itu, kalsium juga mengatur pekerjaan hormon-hormon dan faktor pertumbuhan (Krummel, 1996; Almatsiar, 2002; Wahlqvist, 1997; Winarno, 1997).

2.1.2 Definisi Kalium
            Kalium merupakan ion bermuatan positif, terutama terdapat dalam sel. Sebanyak 95% kalium tubuh berada didalam cairan intraseluler. (Sunita Almatsier, 2003).
Fungsi Kalium
            Kalium mempunyai fungsi yang penting:
1.      Dalam mempertahankan keseimbangan air
2.      Dalam mempertahankan osmose
3.      Dalam mempertahankan keseimbangan asam basa
4.      Dalam mekanisme “sodium pump”

2.2 SumberKalsium dan Kalium
2.2.1 Sumber Kalsium
Sumber kalsium adalah susu dan hasil susu, seperti keju. Disamping itu ikan yang dimakan dengan tulang, termasuk ikan kering sumber kalsium yang baik. Serelia, kacang kacangan, tahu, tempe dan sayuran hijau, merupakan sumber kalsium yang baik juga, tetapi bahan makanan ini mengandung banyak zat yang mengandung penyerapan kalsium seperti serat, fittat dan oksalat. Kandungan kalsium beberapa bahan makanan dapat dilihat pada tabel 2.2

Tabel 2.2
Nilai Kalsium Berbagai Bahan Makanan (Mg/100 gram)
No
Bahan Makanan
Mg
Bahan makanan
Mg
1
Tepung susu
904
Tahu
124
2
Keju
777
Kacang merah
80
3
Susu sapi segar
143
Kacang tanah
58
4
Yogurt
120
Oncom
96
5
Udang Kering
1209
Tepung kacang kedelai
195
6
Sardines(Kaleng)
354
Bayam
265
7
Teri kerig
1200
Sawi
220
8
Telur bebek
56
Daun melinjau
219
9
Telur ayam
54
Katuk
204
10
Ayam
14
Selada air
182
11
Daging sapi
11
Daun singkong
165
12
Susu kental manis
275
Ketela pohon
33
13
Kacang kedelai, kering
227
Kentang
11
14
Tempe kacang kedelai murni
129
Jagung kuning, pipil
10

2.2.2 Sumber Kalium
Seperti halnya natrium kalium merupakan ion bermuatan positif, akan tetapi berbeda dengan natrium, kalium terutama terdapat didalam sel. Perbandingan natrium dan kalium didalam cairan intraselular adalah 1:10, sedangkan didalam cairan ekstraselular 28:1 sebanyak 95% kalium tubuh berada didalam cairan intraselular.
Sumber kalium
Bahan Makanan
Mg
Bahan Makanan
mg
Beras giling
241
Pepaya
221
Singkong
394
Mangga
214
Kentang
396
Durian
601
Kacang tanah
421
Anggur
111
Kacang merah
1151
Jeruk manis
162
Kacang hijau
1132
Nenas
125
Kacang kedelai
1504
Semangka
102
Jambu monyet, biji
420
Selada
254
Kelapa
555
Bayam
261
Alpokat
278
Tomat
235
Pisang
435
wortel
245
Kalium terdapat didalam semua makanan berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan sumber utama adalah makanan mentah atau segar, terutama buah, sayuran, dan kacang-kacangan lihat tabel dibawah ini


2.3 Angka Kecukupan Gizi (AKG)
2.3.1 Angka kecukupan gizi kalsium
            Di Indonesia, hasil widya karya pangan dan gizi tahun 2004 menetapkan angka kecukupan gizi untuk kebutuhan kalsium bagi remaja usia 13-19 tahun sebesar 1.000 mg/hr (kartono dan Soekarti, 2004) masih cukup jauh berbeda dengan angka kecukupan gizi negara-negara maju. Mengenai AKG Indonesia, beberapa hal perlu diberi catatan khusus. Jika mengaju pada WNPG VI tahun 1998 (LYPI,1998), AKG Indonesia untuk anjuran kalsium remaja rendah sekali (600-700 mg/hr) dibandingkan AKG negara lain (yang bekisar antara 1.000-1.200 mg/hr). Bahkan di Amerika Serikat, telah dilakukan kenaikan AKG (atau RDA di Amerika Serikat) kalsium khususnya dengan memperhatikan kaitan antara konsumsi kalsium saat remaja dengan resiko fraktur osteoporotik dikemudian hari (Garraw, James, Ralph, 2000; Kalkwarf, Khoury, lampearh, 2003).
            Penyusunan AKG kalsium di Indonesia pada WNPG 1998, yang menetapkan kecukupan kalsium yang rendah, didasari atas pertimbangan akan rendahnya konsumsi protein di Indonesia. Argumen ini sebenarnya kurang sesuai karena meskipun pada kenyataannya konsumsi protein indonesia rendah, tetapi batasan kecukupan proteinnya tidak turun. Juga harus dipertimbangkan kebutuhan kalsium untuk hari tua, yaitu pengurangan resiko kanker tulang akibat osteoporosis. Memang periode laten akibat defesiensi kalsium adalah pannjang dan ini seakan menutupi kebutuhan konsumsi kalsium yang lebih tinggi, khususnya jika ada bias difisiensi pendek dan paradikma suatu penyakit akibat defisiensi suatu zat gizi (Heaney, 2003).
            Baik dinegara baju maupun dinegara berkembang asupan kalsium pada remaja umumnya masih sangat kurang. Hasil survei NHANES di Amerika Serikat (AS) memperlihatkan bahwa rata-rata asupan kalsium remaja usia 12-15 tahun menurun dari 854 mg/hr pada tahun 1976-1980 menjadi 796 mg/hr pada tahun 1988-1991 (worthington-Robert, 2000). Data lainnya dari USDA di 48 negara bagian AS tahun 1977-1978 menunjukkan bahwa rata-rata asupan kalsium pada remaja awal (10-15 tahun) bekisar anatara 70-79% RDA dan kemudian menurun menjadikurang dari 70 RDA pada usia 15-18 tahun (Mc Williams, 1993).
2.3.2 Angka kecukupan gizi kalium
            Peran mineral kalium dalam produksi hormon pertumbuhan harus lebih diperhatikan. Komposisi berbagai makanan yang ada pada saat ini baik fast food maupun junk food sudah sangat meresahkan berbagai makan kudapan (senack) hasil industri siap saji (kemasa) pabrik selalu didominasi dengan kandungan tinggi garam (natrium) , tinggi lemak, tinggi gula, kaya bumbu penyedap, kaya serat dan hampir selalu ditambah bahan pengawet. Keadaan tersebut menyebabkan perbandingan (rasio) asupan natrium (garam) dengan kalium menjadi sangat besar.
            Menurut angka kecukupan kalium 2000mg. Sumber kalium sangat mudah diperoleh hampir semua makanan nabati sumber kalium yang baik seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah. Sebenarnya jika mengacu pada angka kecukupan gizi kemungkinan kecil kita tidak mampu mencukupi kebutuhan. Kalium sebagai contoh 100g kacang kedelai, 1 mangkok sayur bayam telah mengandung kurang lebih mengandung 2000mg kalium artinya kebutuhan sehari sesuai AKG sudah dipenuhi.

2.4 Akibat kekurangan Kalsium dan Kalium
2.4.1 Akibat kekurangan kalsium
            Kekurangan kalsium pada masa pertumbuhan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan tulang kurang kuat, mudah bengkok dan rapuh. Semua orang dewasa, terutama sesudah usia 50tahun. Kehilangan kalsium dari tulangnya. Tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Hal ini dinamakan osteoporosis yang dapat dipercepat oleh keadaan stres sehari-hari. Osteoporosis lebih banyak terjadi pada wanita dari pada laki-laki dan lebih banyak pada orang kulit putih dari pada kulit berwarna. Di samping itu osteoporosis lebih banyak terjadi pada perokok dan peminum alkohol.
            Kekurangan kalsium dapat pula menyebabkan osteomalasia, yang dinamakan juga riketsia pada orang dewasa dan biasanya terjadi karen kekurangan vitamin D dan ketidak seimbangan kalsium terhadap posfor. Mineralisasi matriks tulang terganggu, sehingga kandungan kalsium didalam tulang menurun.
            Kadar kalsium darah yang sangat rendah dapat menyebabkan tetani atau kejang. Kepekaan serabut saraf dan pusat saraf terhadap rangsangan meningkat,sehingga terjadi kejang otot misalnya pada kaki. Tetani dapat terjadi pada ibu hamik yang makannya terlalu sedikit mengandung kalsium atau terlalu tinggi mengandung posfor. Tetani kadang terjadi pada bayi baru lahir yang diberi minuman susu sapi yang tudak diencerkan yang mempunyai rasio kalsium : fosfor rendah. . (sunita Almatsier, 2003)

2.4.2 Akibat kekurangan Kalium
Kekurangan kalium karena makanan jarang terjadi, sepanjang seseorang cukup makan sayuran dan buah segar. Kekurangan kalium dapat terjadi karena kebanyakan kehilangan melalui saluran cerna atau ginjal. Kehilangan banyak melalui saluran cerna dapat terjadi karena muntah-muntah, diare kronis atau kebanyakan menggunakan laksan(obat pencuci perut). Kebanyakan kehilangan melalui ginjal adalah karena penggunaan obat-obat diuretik terutama untuk pengobatan hipertensi. Dokter sering memberikan suplemen kalium bersamaan dengan obat-obatan ini. Kekurangan kalium menyebabkan lemah, lesu, kehilangan nafsu makan, kelumpuhan,mengigau dan konstipasi. Jantung akan berdebar detaknya, dan menurunkan kemampuannya untuk memompa darah.

2.5 Akibat Kelebihan Kalsium dan Kalium
2.5.1 Akibat Kelebihan Kalsium
            Konsumsi kalsium hendaknya tidak melebihi 2.500mg sehari. Kelebihan kalsium dapat menimbulkan batu ginjal atau gangguan ginjal. Disamping itu, dapat menyebabkan konstipasi (susah buang air besar). Kelebihan kalsium bisa terjadi bila menggunakan suplemen kalsium berupa tablet atau bentuk lain. (sunita Almatsier, 2003).

2.5.2 Akibat Kelebihan Kalium
Kelebihan kalium akut dapat terjadi bila konsumsi melalui saluran cerna(enteral) atau melalui saluran cerna(parateral) melebihi 12,0 g/m2 permukaan tubuh sehari(18 g untuk orang dewasa) tanpa diimbangi oleh kenaikan eksternal. Hiperkalemia akut dapat menybabkan gagal jantung yang berakibat kematian. Kelebihan kalium juga dapat terjadi bila ada gangguan fungsi ginjal.(sunita Almatsier, 2003)

2.6 Metabolisme Kalsium dam Kalium
2.6.1 Metabolisme Kalsium
Tubuh orang dewasa mengadung 1-2 kg kalsium, 90% diantaranya terdapat dalam tulang. kadar kalsium plasma total berkisar 8,8 – 10,4 mg/ dl, terdiri atas kalsium ion 40%-50%, kalsium yang terikat pada protein terutama albumin 46% dan sisanya 8% kalisum dalam kompleks organi yang terikat dengan anion yaitu bikarbonat, sitrat, fosfat, laktat, dan sulfat. Kalsium ion harus di pertahankan dalam batas normal oleh hormon paratiroid.
            Kalsium masuk ke plasma melalui absorbsi dari usus halus, tulang dan repsorbsi dari ginjal. sebaliknya kalsium keluar dari plasma melalui saluran cerna ( 100-200mg/hari), air seni ( 50-300mg/hari), disimpan kembali kedalam tulang melalui keringat (100mg/hari).
Tulang adalah suatu jaringan tubuh yang dinamik dan mengalami perubahan sepanjang kehidupan merupakan tempat penyimpanan kalsium yang terbesar dan mineral lain seperti maknesium, fosfor, natrium, dan ion.
Hormon dan metabolisme Kalsium
            Metabolisme kalsium diatur oleh tiga hormon utama, yaitu dua hormon polipeptida. Dua Hormon polipeptida yaitu paratiroid dan kalsitonia sedangkan satu hormon lagi adalah hormon sterol yaitu 1,25 dihidrokoleklsiferol.
Hormon paratiroid
            Kelenjar menghasilkan hormone paratiroid dan merupakan hormon utama yang mengatur metabolisme kalsium untuk mempertahankan kadar kalsium plasma dalam batas normal. Pada keadaan hipokalsemi sekresi hormon paratiroid berlangsug tiga tahap. Tahap dini berlangsung dalam beberapa menit, merupakan respon cepat dari sel-sel paratiroid melepaskan hormone para tiroid yang sudah tersedia dalam sel, dalam keadaan hipokalisume. Tahap kedua terjadi beberapa jam kemudian merupakan aktivitas sel kelenjar paratiroid menghasilkan hormone paratiroid lebih banyak. Tahap ketiga apabila hipokalsemi masih berlangsung maka dalam beberapa hari akan terjadi replika sel untuk memperbanyak masa sel, kelenjer para tiroid.
Hormon Paratiroid dan Metabolisme kalsium
            Pada keadaan normal hormone paratiroid mempertahankan kadar kalisum plasma agar tidak terjadi hipokal semi. Dalam metabolisme kalsium hormone paratiroid  bekerja secara langsung dengan dua alat yaitu tulang dan ginjal. Dan tidak langsung dengan usus halus melalui metabolisme vitamin D.
            Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia. Kira-kira 99% kalsium terdapat didalam jaringan keras yaitu pada tulang dan gigi. 15terdapat pada darah, dan jaringan lunak. Tanpa kalsium yang 1% ini otot akan mengalami kontraksi, darah akan sulit membeku, transmisi saraf terganggu, dan sebagainya.
            Kemampuan absorpsi (penyerapan) lebih tinggi pada masa pertumbuhan dan menurun pada proses menua. Absorbsi pada laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan pada semua golongan usia. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi absorbsi kalsium, diantaranya kelarutan kalsium didalam air dan jenis makanan yang dimakan bersama dengan kalsium. Kalsium yang tidak akan diabsorbsi akan dikeluarkan daei tubuh.
            Faktor- faktor yang meningkatkan absorbsi kalsium
1.      Tingkat kebutuhan
Peningkatan kebutuhan terjaddi pada pertumbuhan, masa kehamilan, menyusui, defisiensi kalsium.
2.      Vitamin D
Vutamin D meningkatkan absorbsi kalsium dari saluran cerna dan juga membantu mengontrol penyimpanan kalsium. Vitamin D meningkatkan absorbsi kalsium dengan menunjang transport aktif kalsium melaluli epitel kalium yang pemproduksi protein-pengikat kalsium.
3.      Asam klorida
Asam klorida yang dikeluarkan lambung membantu absorbsi kalsium dengan cara menurunkan pH dibagian atas usus halus.
4.      Makanan yang mengandung lemak
Lemakmeningkatkan waktu transit makanan melalui saluran cerna, dengan demikian memberikan waktu lebih banyak untuk absorbsi kalsium.

Sekitar 50% kalsium total dalam plasma  (5mEq/L) berada salam bentuk terionisasi (bentuk yang memiliki aktivitas biologis pada membran sel). Sisanya sekitar 40% terikat dengan protein plasma dan 10% lainnya dalam ikatan kompleks dalam bentun non/ionisasi dengan anion/anion seperti pada posfat dan sitrat.
Konsentrasi ion kalsium pada CES normalnya sekitar 2,4mEq/L. Bila konsentrasi ion kalsium turun melewati batas normal (hipokalsemia), maka akan timbul rangsangan pada sel-sel saraf dan otot yang meningkat dengan nyata dan pada beberapa keadan ekstrim dapat menyebabkan tetani hipokalsemik yang ditandai dengan kekuatan otot. Sedngkan pada keadaan dimana konsentrasi ion kalsium melebihinilai normalnya (hiperkalsemia), yang menekan ambang rangsang pada neupromuskular yang berakibat aritmia jantung.
Perubahan konsentrasi iob hidrogen plasma dapat mempengaruhi drajat ikatan kalsium terhadap protein plasma. Pada pasien asidosis, lebih sedikit kalsium yang berkaitan dengan protein plasma. Sedangkan pada pasien alkalosis, jumlah ion kalsium yang terikat dengan protein plasma lebih besar.
Ion kalsium secara aktif diabsorbsi kedalam darah terutama dari duo denum dan jumlah absorbsi ionkalsium dikontrol sangat tepat untuk mremenuhi kebutuhan harian tubuh akan kalsium. Faktor penting yang mengontrol absorbsi kalsium adalah PTH yang di sekresikan oleh kelenjar paratiroid, dan vitamin D.
Nilai asupan kalsium dalam makanan normalnya sekitar 1.000 mg/hr, dengan sekitar 900 mg/hr kalsium disekresikan didalam feses. Dalam kondisi tertentu, eksresi kalsium difeses dapat melebihi kalsium yang dicerna karna kalsium juga dapat disekresikan didalam lumen usus. Oleh karena itu, traktus gastrointestinal dan mekanisme regulasi yang mempengaruhi absorbsi dan sekresi kalsium intestinal berperan penting dalam homeostatis kalium.
Hanya sekitar 50% kalsium plasma yang terionisasi, dan sisanya terikat plasma atau dalam ikatan komplekes dengan anion seperti fosfat. Majka hanya sekitar 50% kalsium inilah yang di filtrasi oleh glomerulus.normalnya ada sekitar 99% kalsium yang difiltrasi akan direabsorbsi oleh tubulus (65% direabsorbsi ditubulus proksimal, 25-30% direabsorbsi diasahenle dan sekitar 4-9% ditubulus distal dan koligentes) dan sisanya yang 1% disekresikan melalui urin.
Faktor yang mempengaruhi reabsorbsi kalsium:
1.      Konesntrasi fosfat plasma
Peningkatan konsentrasi fosfat plasma akan merangsang peningkatan reabsorpsi kalsium oleh ginjal. Dan begitu juga sebaliknya.
2.      Asidosis metabolik dan alkalosis metabolik
Asidosis metabolik merangsang terjadinya peningkatan reabsorpsi kalsium oleh ginjal, sedangkan pada alkalosis metabolik terjadi penurunan reabsorpsi kalsium oleh ginjal.
3.      Tekanan darah
Peningkatan tekanan darah menimbulkan penurunan reabsorpsi kalsium oleh ginjal sedangkan pada penurunan tekanan darah merangsang peningkatan reabsorpsi kalsium oleh ginjal.
4.      Hormon paratiroid
Peningkatan PTH merangsang peningkatan reabsorpsi kalsium oleh ginjal dan sebaliknya.
5.      Volume CES
Peningkatan CES menimbulkan penuranan reabsorpsi kalsium oleh ginjal sedangkan penurunan CES merangsang peningkatan reabsorpsi kalsium oleh ginjal.

2.6.2 Metabolisme Kalium
Sebagian besar kaium tubuh terdapat dalam sel sebagai kation atau anion cairan intraseluler. Sisanya ada didalam cairan ekstraseluler, tempat ia bekerja untuk mempertahankan keseimbangan cairan, mempertahankan keseimbangan asam-basa, transmisi implus saraf, mengkatalisasi reaksi metabolik, dan pada metabolisme karbohidrat dan sintesis protein dan mengontrol kontraktilitas otot rangka.
Perkiraan kebutuhan minimum kalium untuk orang dewasa sehat adalah 2000 mg/hari. Namun beberapa ahli menganjurkan asupan 3500 mg/hari karena peran protektif kalium terhadap hipertensi.
Kalium diabsorbsi dengan mudah dalam usus halus. Kaium diekresi melalui urine, feses, keringat dan cairan lambung. Taraf kalium normal dalam darah dipelihara oleh ginjal melalui kemampuannya menyaring, mengabsorbsi kembali dan mengeluarkan kalium dibawah pengaruh Aldosteron. Kalium dikeluarkan dalam bentuk ion dengan menggantikan ion Natrium melalui mekanisme pertukaran didalam tubula ginjal.







BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kalsium adalah mineral yang berada dalam tubuh ± 25 dan lebih dari 99% terdapat didalam tulang. Kalsium mempunyai peran yang penting dalam tubuh, yaitu dalam pembentukan tulang dan gigi, dalam pengaturan fungsi sel pada cairan ekstraseluler dan intraseluler, seperti untuk transmisi saraf, kontraksi otot, penggumpalan darah dan menjaga permeabilitas membran sel. Selain itu, kalsium juga mengatur pekerjaan hormon-hormon dan faktor pertumbuhan. Sumber kalsium adalah susu dan hasil susu, seperti keju. Disamping itu ikan yang dimakan dengan tulang, termasuk ikan kering sumber kalsium yang baik. Serelia, kacang kacangan, tahu, tempe dan sayuran hijau. Mengenai AKG di Indonesia, beberapa hal perlu diberi catatan khusus. Jika mengaju pada WNPG VI tahun 1998 (LYPI,1998), AKG Indonesia untuk anjuran kalsium remaja rendah sekali (600-700 mg/hr) dibandingkan AKG negara lain (yang bekisar antara 1.000-1.200 mg/hr). Kekurangan kalsium dapat pula menyebabkan osteomalasia, yang dinamakan juga riketsia pada orang dewasa dan biasanya terjadi karen kekurangan vitamin D dan ketidak seimbangan kalsium terhadap posfor.  Kekurangan kalsium pada masa pertumbuhan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan tulang kurang kuat, mudah bengkok dan rapuh.
Kalium merupakan ion bermuatan positif, terutama terdapat dalam sel. Sebanyak 95% kalium tubuh berada didalam cairan intraseluler. Kalium terdapat didalam semua makanan berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan sumber utama adalah makanan mentah atau segar, terutama buah, sayuran, dan kacang-kacangan. Kekurangan kalium menyebabkan lemah, lesu, kehilangan nafsu makan, kelumpuhan,mengigau dan konstipasi. Jantung akan berdebar detaknya, dan menurunkan kemampuannya untuk memompa darah. Kelebihan kalium akut dapat menybabkan gagal jantung yang berakibat kematian
3.2 Saran
3.2.1    Bagi seluruh mahasiswa dan mahasiswi untuk terus menambah wawasan pengetahuan mengenai kalium dan kalsium.
3.2.2    Sebagai manusia, kita perlu menjaga keseimbangan asupan nutrisi dan selalu menjaga kesehat dengan mengeimbangkan asupan gizi yang kita cerna.
3.2.3    Kalsium dan kalium walupun sedikit asupannya bagi tubuh tetapi perlu terus dijaga agar tubuh tidak mengalami defesiensi kalsium dan kalium.
3.2.4    Semoga  dangan adanya makalah ini baik penyusun maupun pembaca dapay memahami akan pentingnya kalsium dan kalium dalam kehidupan sehari-hari
           











DAFTAR PUSTAKA

Almatsir, Sunita. 2009. Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Jauhari, Ahmad. 2013. Dasar-dasar ilmu gizi. Yogyakarta: Jaya Ilmu.
Paath, Erna Francin dkk. 2004. Gizi dalam kesehatan reproduksi. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Amelia, Wetty. 2013. Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Tentang Kalsium Dengan Asupan Kalsium Di sekolah Menengah Pertama PGRI Pekanbaru (skripsi) Pekanbaru: Program Studi Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru.
FKM UI. 2011. Gizi dan kesehatan masyarakat. Yogyakarta: Departemen gizi dan kesehatan masyarakat.
Guyton,A.C dan Hall, J.E.2006. Buku ajar fisiologi kedokteran edisi 11. Philadelphia: Elseveir-sauders: 389-391.
FKUI. 2006. Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid II. Edisi IV. Jakarta: 1096-1105

Tidak ada komentar:

Posting Komentar